Kamu tahu, persahabatan itu begitu indahnya. Seperti Karugara dan Norland. Mungkin kau tak sepenuhnya mengerti, tapi memang begitu adanya. Bukankah tak setiap jejak, tak setiap kata, mesti bersinar? Adakalanya temaran senja dan remang-remang kematian begitu menakjubkan bukan?
Tentang itu, sungguh, aku tak bermaksud mengganggu waktu soremu menghabiskan secangkir teh hangat. Hanya saja, engkau tahu bukan, sekedar: membikin abadi yang kelak retak.
Ah sudahlah. Aku kehabisan kata.





June 11, 2009 at 7:20 am |
hehehe, ngisi kekosongan emang bayak cara ya mas..salam kenal….
June 13, 2009 at 1:24 am |
ini apaan sih gih? ngga ngerti ane…
(ngga ngerti koq komen?!)
btw, ada kabar seru apa nih?
June 13, 2009 at 7:23 am |
Ubat males ya……. Tukeran link ya…….
June 15, 2009 at 6:00 am |
there’s always a happy and sad moment in friendship. but sometimes people always being self centered that they want more and more, and all that they wanting is always the good thing..
June 16, 2009 at 7:33 am |
Dengan tak bekata,kau mlh memperjelas adanya
Aku hax tak hbs pikir,bagaimana aku yg dituntut tak brubah.,akhrny brubah
Dan dy yg kuingin brubah,trnyta tak jg brubah.,
Dan adakah transisi tu keniscayaan?
Ap kucoba tak bpikir pula selaikny kau yg tak bkata
June 18, 2009 at 4:43 am |
kalo kehabisan kata…cari obralan bay…
hehehehe…
June 18, 2009 at 11:39 am |
Apakah setiap orang bs seragam dg asumsi “setidaknya”
Tunjukkan jalanya padaku brader,agar bs kutunjukan pula pd tunastunas tersesat yg hlg arah.,
June 19, 2009 at 1:05 am |
Dengan berat hati q jwb: ada yg lbh nymn hidup pd byg2
Yg aku perjuangkan adalah absolut yg di anggap nisbi..aku serius brader aku tak ingn tunastunas tu kian tersesat..
Tp “setidakny” (trnsisi) milikq krg berbisa bg mrk.,
Ap kl q brhnti q d katakn mati?