Sejumput Berlian di Tempat Sampah

images

Sejumput berlian dari abu harun

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh Semoga mas Bayu lekas untuk menikah di tahun ini di mudahkan urusannya. Kemudian, mas Bayu sudah paham diin dan paham bagaimana bersikap sebagai seorang Salafy. Maka beramallah dengan ilmu yang dimiliki. Berbaur tidak dimakanakan sebagai hilang jati diri. Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran, “in tattaqullaha yaj’allahu furqonan” -Jika kamu bertakwa maka akan kami jadikan kamu pembeda- Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat dan di kantor hendakhlah bisa bersikap yang baik dan tunjukkan bagaimana jati diri seorang Ahlus Sunnah sejati, misal dengan bahasa yang baik dan tidak sebagaimana bahasa orang awam, karena mas Bayu sudah diberikan hidayah berupa ilmu maka berbahagialah dengan mengamalkan ilmu tersebut dan tidak seperti orang awam lagi. Demikian pula dengan pakaian, coba banggalah dengan pakaian takwa dan Muslim dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah cara kita menunjukkan jati diri dan takwa sehingga orang awam bisa mengenal Islam tidak dengan kata-kata saja namun juga bisa melihat dari akhlak kita, pakaian kita, dan cara bicara kita. Saya mohon maaf jika ada kata-kata saya yang salah.

Saudaramu di Bekasi Timur

Abu Harun

Fiuh….udah berapa lama ya aq nge-blog disini? Hmmm, sepertinya udah cukup lama. Mungkin ini saatnya untuk menelaah kembali apa yang telah aq tulis di blog ini. Ada beberapa postingan yang aku kerap merasa bangga, ada juga yang membuat merasa sedih, bahkan ada yang membuatku tersenyum dan terpaksa bilang pada diriku sendiri ‘alangkah bodohnya aku.’

Setiap orang mesti(nya) belajar dari pengalamannya. Dan bukankah sesaat itu abadi? Tak dapat aku mengulang detik2 yang telah berlalu melewatiku begitu saja. Sementara senja tiap hari membayang di pelupuk mata. Ya, sesaat itu abadi. Dan apa yang aku pelajari dari keabadian itu, mesti(nya) membuatku lebih dewasa. Lebih matang dalam berpikir. Namun apa daya. Makin aku mengetahui, makin banyak yang sebenarnya tidak aku ketahui. makin aku mencoba mengerti, makin sulit rasanya menjaga diri.

Blog ini, pada awalnya adalah sebuah blog yang ingin aku isi dengan kesenangan saja. Dengan catatan sepotong senja, yang mungkin terasa manis dinikmati di serambi rumah bersama secangkir sajak tentang kopi. Namun setiap waktu berlalu, blog ini tak jua beranjak dari tempatnya semula. Apa yang salah? Toh aku hanya ingin menghadirkan kesenangan saja di sini. Tapi ternyata realita menyeretku dengan paksa. Membuatku mengaduh. Aku hampir kehilangan arah. Tersesat di labiran merah jambu.

Saat ini, aku mungkin Cuma ingin menikmati kenangan manis yang masih mengendap di blog ini. Seringkali, ketika aku membaca lagi tulisan demi tulisan, komentar demi komentar di blog ini, aku merasa aku menemukan sesuatu yang sebenarnya begitu berharga. Mutiara tetaplah mutiara, meski dia ada di tempat sampah.

Ya, sejumput nasehat seindah berlian, tetaplah sesuatu yang tak pernah lekang waktu. Ya, banyak sekali bertebaran ternyata, nasehat2 indah, yang membuat menyesali, kenapa seolah aku dulu sama sekali tak membacanya? Aku kemana? Entahlah…aku sendiri tak tahu. Kenapa aku begitu saja melewatkan berlian itu…

Mungkin kesombongan menjejakkan kakinya, dan bermalam di hatiku….

PR, Sampah, dan Blog… Ini salah satu tulisanku yang sempat ramai, dan bisa dibilang membuat sedikit gejolak. syukron atas atensi sohib2 blogger yg berkenan memberi pencerahan di postingan ini.

sedikit refleksi dari kegundahan hati saat itu. ah, entahlah..

Ya Alloh, ampunilah kesalahanku, sahabatku, dan orang2 yang mengasihiku, baik kesalahan yang disengaja, maupun yang tidak. Kesalahan yang kami ketahui, maupun yang tidak kami ketahui. sesungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang…. Dan berikanlah kepada kami, kemampuan untuk membedakan antara yang haq dan yang bathil

Dida…., maaf….lama sekali tak singgah ke rumah mayamu… entah apa lagi kata2 aneh dan kalimat2 manis yang ada di blogmu. Khas anak muda yang benar2 bersemangat. Ayo Dida. Semangat! Jalanmu masih panjang sangat

baiklah… baiklah… biarkan saya yang super duper bodoh nan suka santai-santai ini berkomentar (iya iya afwan, gak boleh ghuluw=berlebihan). (belagu mode: activated). saya sangat setuju dengan k ghani. mantaf nian komennya. saya pribadi, insya Allah akan terus belajar manhaj salaf, meskipun dalam hati, ada luka tersendiri dan amat dalam terhadap orang-orang yang menyebarkan manhaj ini tanpa pandang target yang didakwahkan. asal bilang ini, itu (nah lho… ini komen atau curhat?). lha… pengamen juga pengen masuk surga, masa kita gak ‘menemani’, malah menjauhi mereka karena mereka memegang gitar. dalam dunia per-blog-an, saya juga berusaha membaur dengan ‘masyarakat lain’ (hadeh… bahasanya) karena saya ingin orang lain menikmati indahnya Islam, meskipun dari blog gak jelas dari saya, yang ilmunya juga masih dikit banget. sampaikanlah walau satu ayat. jangan sampai orang lain ‘takut’ sama Islam. ini hanya komentar dari seorang pengangguran. smg qt semua istiqomah. wogh…. panjang banget ya! hehe.. maap.

Buat mba Leony..ehm, udah menyempurnakan setengah dien nih critanya…selamat ya…

Berhubung diminta kasih komentar, insyaAllah saya komentari dengan sejujurnya.. hmm..kalau saya PRIBADI emang ga nyaman banyak menuliskan hal2 yg menceritakan pribadi di blog.. alasannya karena.. -blog itu ranah umum..whoever can read ur blog, saya sendiri ngga nyaman u org2 tahu hampir semua ttg saya, apalagi.. bayangkan ada ‘psikopat’ yg ‘mengintaimu’ (lebai mode:ON) dy tinggal googling dan mendapatkan semua tentangmu. -seperti yg ditulis di atas, khawatir dengan banyaknya berkata2..walaupun sekedar menuangkan isi hati, tapi sering kali apa yg kita tulis dibaca oleh org dan belum tentu akan berdampak baik. -semua perbuatan menyita waktu… alangkah menyenangkannya(baca:baiknya) jika bisa mengganti kegiatan yg g tlalu byk manfaat dengan kegiatan2 yang lebih baik..apalagi internet banyak sekali syubhatnya. sekali lagi itu yg saya rasakan dan yg saya terapkan untuk diri saya pribadi insyaAllah, jika ada pendapat lain Allahu a’lam, saya akan melakukan yang akan lebih menenangkan buat saya. Sehubungan dengan PR tersebut, pertama saya menganggapnya amanah dr teman saya. dan saya berusaha memberi fakta2 yg ‘netral’& tidak berlebihan. adapun kalau org lain merasakan hal yg berbeda silahkan menasehati saya. mungkin saya pun khilaf dan patut dinasehati. Bagi saya sangat sulit u menulis blog: menulis dengan tetap menjaga diri (dg landasan manhaj salaf) tetapi bisa memancing dan dicerna org banyak serta memberi manfaat kepada mereka. Menurut saya sih, terlalu kaku bukan berarti yg paling benar, tapi kita sangat dituntut untuk berhati-hati.. Yang halal tetaplah halal jangan mengharamkan kepada orang lain. Tp berlebih2an pada yg halal adalah suatu keburukan. jazaakumullaahu khayran u Akh Bayu (salam kenal juga) yg sudah menuliskan ini.. smg nasehat2 yg ada membuat kita lebih baik dalam nge-blog. wallahu a’lam

saudaraku seagama, didit fitriawan, yang nasehatnya seringkali melebihi umurnya..[he-eh, emang umurnya berapa sih]; ayo akhi, segera temukan mawar itu dan jagalah di taman hatimu.. [insya Aloh, kami mencintai manhaj salaf yang mulia ini...]

Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh untukmu saudaraku Bayu… (dengan haturan salam nan senyum, aku mengiringi tulisan ini…) maaf akhi ya… saya hanya ingin menyampaikan satu hal.

1. Dengan tanpa bermaksud membela satu pihak, baik pihak teman – teman yang merasa kurang sreg dengan nasihat akhuna Abu Shafy al Fasitany ataupun pihak akhuna al Fasitany tersebut… Seandainya akhi…antum tidak menulis kekecewaan hati antum pada blog, mungkin ceritanya akan lain. Tapi karena taqdir Allah telah mengatakan demikian, kita bisa apa lagi…??? Yang sudah biar berlalu, dengan istighfar Allah pasti akan mengampuni… ‘Afwan saudaraku, bisa jadi seandainya komentar akhuna Abu Shafy tetap berdiam di tempat Akhi Tejo, mungkin tidaklah kekecewaan antum merambah dan menjangkiti teman – teman kita yang lain. Akan tetapi (dengan tanpa mengurangi rasa hormat), secara tidak langsung tulisan antum tentang PR ini, menjadi pemicu sebuah ketegangan antara teman – teman semanhaj kita…(padahal kita tahu, kita sama2 masih belajar kan…?) Alhamdulillah jika teman – teman hanya sekedar kecewa kemudian berusaha menghibur diri mereka dengan ta’lim dan menambah ilmu. Yang saya khawatirkan akhi…mereka kemudian mengungkapkan kekecewaan hati mereka dengan menulis sebuah tulisan yang menjelekkan ikhwan kita sendiri… Dan yang lebih tidak kita harapkan lagi…mereka justru akan membenci manhaj ini, setelah mereka jadikan manhaj ini manhaj yang mereka sayangi… Akhuna Fillah wa Lillah bayu,… tidaklah saya melihat komentar Abu Shafy melainkan saya jumpai kebaikan dan kebenaran akhi… Jika kita belum bisa menerima nasehat beliau, serta belum bisa menerima tutur kata beliau,… mungkin dalam hati kita masih ada sebuah kabut yang menutupi fithrah kebaikan kita. IngatLah akhi, juga ingatkan saya tatkala saya salah…”nasehat itu layaknya obat. PAHIT…tapi dari pahitnya obat itulah kita bisa sembuh dari penyakit. Dan nasehat itu memang sangat pahit awalnya…tapi dari nasehat itulah kita akan menjadi baik…” saya-pun juga pernah mendapatkan sebuah “hentak”an nasehat yang sangat keras. Tapi ini nasehat akhi…nasehat…! (antum baca komentar di ruang tamu saya)…tapi kemudian, hanya menuntut ilmu bersama ustadz serta bermuraja’ah rame – rame dengan teman-lah yang bisa meluluhkan hati kita terhadap kerasnya nasehat ikhwan di blog saya tersebut… Allah yang maha Tahu pasti akan memperhitungkan semua ini akhi… Dan Allah maha tahu akan keadaan hati kita dan kalian… Dengan menghaturkan salam dan senyum akhi…mari kita sambut nasehat akhuna Abu Shafy al Fasitany ini… mari kita doakan agar beliau mendapatkan kebaikan yang banyak atas nasehatnya serta akan selalu saya doakan agar kalian yang merasa tersakiti-pun diberikan Allah ganti yang lebih baik sebagai penawar luka hati kalian… Dan semoga penawar hati kalian adalah ilmu wal a’mal ash shalih… Akhi bayu, mohon jangan antum benci tulisan saya…mohon jangan antum sakit hati karena tulisan saya dan mohon…jika ada salah pada kalimat saya, benarkan akhi… untuk akhuna Abu Shafy al Fasitany, semoga hanya Allah ta’ala saja yang akan memberi balasan antum kebaikan… untuk teman – teman bloger yang turut berkomentar pada blog akhi Bayu ini… Jangan kemudian karena kesakitan hati kalian kemudian kalian lari dari manhaj nian harum ini…Jangan akhi! jangan ukhti…! Mari tetap belajar dan beramal kemudian berdakwah… Duhai Allah ta’ala yang Maha menatap… jadikan kami saudara yang selalu saling menasehati dalam al haq dan kebaikan…!!! Jangan engkau lepas tali persaudaraan kami hanya karena nafsu asy syaithan yang membelenggu kekhilafan hati kami…Dan pertemukan kami selalu dalam MANHAJ YANG HARUM NIAN INDAH, MANHAJ para SALAF YANG SHALIH ini” Untuk semua… Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Hanif019, yang serupa bayang2, seandainya antum baca postingan ini… maaf, akhi.. ana sama sekali ga respect dg sikap antum dalam menasehati…ana lebih sreg dengan abu shafy al fasitany mesti dalam beberapa hal kami sepakat untuk tidak sepakat… Telur sama ayam duluan mana? [huek, cuih!!!]

Tapi aku hargai koment antum yg ini

Bismillah… Assalamu’alaikum @Semua…. “Setiap kebaikan itu didapatkan dengan mengkuti as-salaf dan setiap kejelekan itu didapatkan karena mengikuti al-khalaf.” Ingatlah tatkala mulut ini kan dikunci, mata kan dibutakan, kaki kan diikat, serta amal kan berbicara. Ingatlah tatkala matamu kan dimintai LPJ-nya. Begitu pun hati dan telinga, serta tak ketiggalan pula semua anngota badan kita. Blog adalah refleksi dunia hati kita, yang bisa jadi berpahala atau berbuah dosa. Dan dua kemungkinan itu bisa saja menimpa kita. Sebagiannya atau seluruhnya. dan yang terpenting bagi kita adalah berhati-hati dalam ucapan, amalan, dan tulisan. Karena blog itu dapat diakses oleh siapa saja. Ingatlah tatkala Rasulullah menjelaskan tentang seseorang yang mengajarkan kebaikan pd org lain dan org tsb mengikutinya. Maka pahalanya dilipatkan semisal org yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala org lain tsb. Dan begitu juga sebaliknya. Bukan aku orang bijaksana lagi kaya ilmu agama. Hanya saja, aku adalah seorang muslim baiasa yang berjuang keras tuk menjadi baik dalam berislam. Menasehati seluruh saudaraku, kaum muslimin, untuk berbenah diri menuju pribadi mulia, pribadi taqa, pribadi LUAR BIASA!!! Wallahu a’lam bish showwab. Washsholallahu ‘alaa nabiyyina Muhammad wa ash-haabihi wa man tabi’a hudaahu ilaa yaumil qiyaamah.

Buat Afra, mana nih tulisan lascar sakit hati-nya?

Buat Rara, maaf, lama sekali kita ga kontak ya…? Mungkin aku mesti menata hatiku dulu. Semoga Alloh senantiasa memberi petunjuk untukmu. ah, aku masih penasaran sama teman2 sepi kamu. apa kabar mereka?

Special buat Rismaka, syukron wa jazakallohu khoiron telah jadi sohib yang baik meski umur kita beda jauh. Aku terkesan dg sikap kamu yang mudah dalam bergaul. Sampai sekarang pun aku manggil kamu bro! kyahahaha Makasih atas semua sharing ilmu-nya. Btw, santai aja bro. jangan kasar lah ama meraka.

“dlu kita mencela org2 yg mengenakan cadar dan mengatakan mereka ninja dsb dg sebutan2 yg jelek. lantas Alloh memberi hidayah pada kita utk mengenal salaf. kemudian, setelah hidayah sampai kepada kita, akankah kita masih seperti dlu yang tetap mencela saudara2 kita yg notabene sama seperti kita sebelum kita mengenal salaf? lantas apa bedanya kita yg dulu dan sekarang? lantas siapa yg hendak mengulurkan tangan?”

32 Responses to “Sejumput Berlian di Tempat Sampah”

  1. vaepink Says:

    Assalamu’alaikum…

    Sudahlama enggak mampir ke blognya bayu, tetap semangat yah… ;)

  2. slamet rahardjo Says:

    afwan kalo gak salah manhaj salafy itu mo enak aja duduk2 dan kajian2 ingin agama maju rumus dari mana Rasul sendiri berjuang sampai berdarah-darah bahkan terusir dari kampung halaman Mekkah lah ini kok mo agama maju cuma jalan di temat..wallohuaklam bi sawab

    terus terang, saya bingung mo jawab pertanyaan [atau pernyataan] ini dari mana. mungkin anda perlu baca tulisan ini. sebuah penjelasan singkat yang menurut saya mudah dimengerti.
    saya kutipkan sedikit

    Lalu bagaimana dengan pandangan orang bahwa salafiy itu keras, kaku, jumud, tekstualis, gak tau fiqh waqi’, gak solider sama umat Islam lain, suka membid’ah-bid’ahkan, suka mengkafirkan, dan suka gontok-gontokan sama jamaah-jamaah lain plus suka meng-hajr temennya sendiri?

    Perlu saya tegaskan bahwa standar kebenaran bukanlah pada “kata orang lain” atau “suara mayoritas”. Kebenaran adalah Al Qur’an dan Assunnah dengan pemahaman shahabat walaupun engkau sendirian. Jadi kalau memang konsekuensi dari pemahaman agama yang benar ini kita dituduh macam-macam, ya itulah resiko berpegang teguh pada sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin. Toh, yang menilai kita sebenarnya adalah Alloh, bukan orang lain dan bukan suara mayoritas.

    Walaupun tentunya bukan berarti orang-orang salafiy cuek tidak memperhatikan umat sekelilingnya. Mereka tetap (dan seharusnya tetap) memperhatikan kondisi umat dalam konteks untuk berda’wah.

    anda bisa juga baca tulisan mengenai islam di sini

    saya kutipkan sedikit

    Setelah Rasulullah wafat, para shahabat radhiallohu anhum mengamalkan Islam juga dengan relatif sederhana. Mereka laksanakan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah dan meninggalkan apa yang dilarang. Mereka saling mengingatkan mengenai ajaran Rasulullah (istilah mutakhirnya sharing knowledge). Jika ada shahabat yang belum mengetahui mengenai hukum suatu perkara, maka dia akan bertanya kepada shahabat lain yang lebih mengetahui dan shahabat lainnya itu akan memberikan fatwa sesuai dengan apa yang pernah diturunkan Rasulullah. Seandainya ada seorang shahabat yang salah dalam menerapkan ajaran Rasulullah, maka shahabat lain akan menasehatinya sampai sahabat yang bersalah itu rujuk atau tetap dalam pendapatnya dengan membawakan dalil langsung dari Rasulullah juga.

    Setelah para shahabat, muncullah generasi tabiin dan seterusnya tabiut tabiin. Mereka adalah generasi selanjutnya yang paling memahami agama setelah para shahabat.

    Tiga generasi inilah yang dipuji oleh Rasulullah sebagai manusia-manusia terbaik: “Khoirunnasi qorni, tsummalladzinayaluunahum, tsummalladzinayaluunahum: Sebaik-baik manusia pada kurunku, kemudian setelahnya, dan setelahnya”

    Yang disebut manusia pada kurunku adalah para shahabat radhiallhu anhum, kemudian setelahnya adalah para tabiin, dan setelahnya adalah para tabiuttabiin. Keunggulan ketiga generasi ini adalah pada pemahaman agamanya, bukan pada penguasaan sainsnya atau kekayaannya atau yang lainnya.

    semoga bermanfaat

  3. Itmam Says:

    semoga selalu diberi kekuatan iman, dengan memiliki sahabat2 yang baik seperti mereka, saya yakin mampu untuk terus saling memberi dan saling mengingatkan :)

  4. rismaka Says:

    Masya Allah.. Kenapa ada komentar sampah ga jelas di atas? Saya bingung, orang itu ngomong apa siy?? Udah nulis ga becus, ga pake titik-koma, terus kata2nya bias, dan ga jelaz

    *Bingung mode ON

  5. DIAJENG Says:

    Assalamualaikum :) diajeng dapet satu ilmu lagi nich..makasih yach :)

  6. DIAJENG Says:

    saling berbagi…saling memberi insya Alloh tdk akan pernah rugi :)

  7. alhumairoh Says:

    subhanallah.. ^_^

    betapa inginnya diri ini bergabung dalam nuansa saudara seiman dalam dunia per-blog-an..

    indah..

    semoga berkenan.

  8. pengelolakomaht Says:

    Simak terus update diskusi mantan HT dan aktifis HT di :
    http://mantanht.wordpress.com
    Barokallohufikum

Leave a Reply

  • Romance Dawn

  • Recent Comments

  • .: Nakama :.

  • RSS BlogOpoBlog

  • .:Melukis Cermin:.

  • Categories

  •  

    March 2009
    M T W T F S S
    « Feb   Apr »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Blog Stats

    • 20,506 hits
  • Recent Posts

  • Top Posts

  • .: Download Area :.

    • Glary Utilities
    • Sebuah tool keren yang mirip dengan Tune Up

      ~.*.~

    • Sqirlz Reflect
    • Tool untuk membuat efek animasi yang berhubungan dengan air semisal hujan, salju, dan gelombang

      ~.*.~

    • Naomi
    • Filter Internet yang cukup tangguh untuk memblokir situs2 maksiat

      ::

      ~.*.~

    • Qur'an In Word
    • Sebuah aplikasi untuk menampilkan Al Qur'an dan Terjemahnya langsung ke Microsoft Word

      ~.*.~

    • Shifat Sholat Nabi
    • :: Dalam format Pdf

      ~.*.~

    • Al Mufid
    • Kamus Arab-Indonesia

      ~.*.~

    • Darussalaf Chm
    • Kumpulan Artikel dari Situs Darussalaf.or.id dalam bentuk chm

      ~.*.~

    • pdf2word
    • Tool untuk men-convert file dalam bentuk pdf ke word

      ~.*.~

    • Screensaver Butterfly
    • Screensaver keren dengan gambar kupu-kupu

      ~.*.~

    • FCleaner
    • Another cleaner tools

    • Downtester
    • Just try It ^_^

      ~.*.~

  • Tags

  • Top Clicks