Pkswatch.blogspot.com
Lagi seneng blogjogging di blognya Bung DOS. Ada aja kata2nya yang membuatku tersenyum. Malah ketawa walo Cuma dalam hati. Kyahahahaha
Kadang ada juga sindiran, dari majas ironi sampai yg paling sarkas. Terasa menyentil dalam hati. Tapi karena saya [berusaha] berlepas diri dari segala macam hizb, maka saya fine2 ajah baca blog tersebut.
Cara berpikir yg kritis, seperti yg terlihat hampir di semua postingan DOS [seperti sekjen : era politik aliran sudah berakhir ]; cara menjawab koment yang khas bangetz; cara menulis prolog yang menarik dan memancing keingintahuan; benar2 membuat saya betah berlama2 di rumah maya DOS.
Tapi jujur saya, saya paling menikmati kala DOS ‘meng-counter’ –menurut istilah DOS- ‘muqollidun PKS’
Postingan terbaru DOS adalah tentang Valentine. Basi mungkin. Tapi ketika tema itu diangkat dan disandingkan dengan sebuah ‘partai da’wah’ [sic!], maka biasanya akan ramai dan menuai beragam tanggapan.
Ini kutipan prolog dari rumah maya DOS
Terakhir kali saya merasa bahwa valentine adalah sesuatu yang istimewa adalah waktu saya kelas dua SMP, sedang di masa puber, sedang mulai tertarik dengan perempuan. Kelas tiganya, guru saya memberitahukan keharaman perayaan itu. Sejak itu, bagi saya valentine tidak lain sebuah acara bodoh-bodohan saja yang masih dimeriahkan sebagian orang.
Hiks…merasa bodoh.
Btw, bentar lagi tanggal 14 Februari nih. Masih adakah orang2 islam yang merayakan acara bodoh tersebut…?
Kadang DOS bisa juga meluapkan kegeramannya ketika menyikapi sebuah penyimpangan. Tentunya dengan cara a la DOS
seperti ‘suara hati’ DOS yang ini
Btw, tidak sakit hati kah Anda mendengar pimpinan partai Islam menyatakan “syari’ah Islam tidak relevan?”
Tanya nurani Anda baik-baik, Anda tidak sakit hati mendengar itu? Syari’ah agama yang Anda cintai dianggap tidak relevan, oleh pimpinan partai Islam sendiri. Entah kalau Anda, saya harus menarik nafas panjang-panjang sambil istighfar untuk menenangkan hati yang dongkol membaca pernyataan itu.
Wakil Sekjen : “Syariat Islam, itu sudah agenda masa lalu”
koment no. 4
atau ironi yang sarkas a la DOS kala merespons ghiroh muqollidun PKS (pinjem istilah DOS) seperti ini
Kader PKS sejati gitu loh. Iya deh, saya dukung lah. Karena itu saya mo bantuin usul nih, coba pas direct selling, paparkan juga berbagai nilai2 plus, sbb:
- pak/bu, partai kami menjegal penyelidikan penyimpangan ratusan trilyun BLBI di DPR;
- pak/bu, kami sekarang koalisi juga ama PDS loh, itu tuh partai karesten;
- pak/bu, menurut syaikh kami, Soeharto itu pahlawan loh (ini terutama ke petani Cengkeh korban BPPC, keluarga eks tapol, dan sejenisnya);
- pak/bu, menurut syaikh kami, kita harus membiasakan diri dengan kemewahan, meningkatkan selera katanya;
- pak/bu, kami sudah tidak mau menegakkan syariah Islam;
- pak/bu, kami mau koalisi pilpres ama PDIP, mewacanakan ngangkat Megawati jadi RI-1;
- pak/bu, dulu kami mendukung kenaikan harga BBM loh, abis itu kami mendukung kenaikan tunjangan anggota DPR 10 jeti;
- pak/bu, dulu kami ndukung supaya blok Cepu yg punya cadangan migas luar biasa besar itu, agar dikasihin aja ke Exxon jgn Pertamina, biarin aja kalo zionisme makin kuat dukungan dananya;
- pak/bu, di LU-LU kami, kami membacakan dokumen “BIN” loh;
- pak/bu, gedung markaz dakwah kami yang baru sumbangan pengusaha bank riba loh;
- pak/bu, Islam dgn kami ini asyik, damai dan indah, boleh dangdutan, boleh musik rock dengan penyanyi cewek, eh penyanyinya gak perlu jilbaban juga, boleh salaman ama perempuan, pokoke bedalah dengan orang2 Islam garis keras yg mengharamkan salaman ama cewek;
- pak/bu, di prov sumsel, kami ngangkat cagub yg udah ketahuan “liqo” di meja judi loh;
- pak/bu, kami tidak akan mendukung ide pembuktian terbalik untuk pejabat, karena itu penuh suudzon;
- segitu dulu deh.Engg… kalau perlu referensinya, ntar saya kasih, atau cari aja di blog ini. Selamat direct selling.
Wakil Sekjen : “Syariat Islam, itu sudah agenda masa lalu”koment no. 24
Atau retorika DOS menjawab koment yg ngawur semisal ini
>Makin banyak ichwah yang “ribut” membesar-besarkan perbedaan, maka makin
>tidak solid-lah PKS, bahkan mungkin akan terjadi “PKS reformasi”, dan
>bersorak sorai-lah semua musuh Islam yang tidak menghendaki Islam bersatu.Islam bersatu karena PKS bersatu?
Islam tidak solid karena PKS tidak solid?Wakil Sekjen : “Syariat Islam, itu sudah agenda masa lalu”
koment no. 30
dan sikap kerendahhatian seorang DOS kala dia sedikit keliru menempatkan dalil….[hiks..mellow bagetz…]
Ana : aduh DOS…siapa yang dimaksud dengan pemimpin dalam hadits itu ? nah sekarang saya tanya ke antum bagaimana hukumnya mengenai dualisme kepemimpinan seperti yang terjadi pada khalifah muawiyah dan ali bin abi thalib, radiyallahu anhum? terus apa kalian tidak mengakui kepemimpinan SBY sekarang ini dan mengangkat pemimpin yang lain ? sungguh saya muslim tidak mengakui kepemimpinan qiyadah kalian semua. tolong yang jujur dan tidak menahan komen saya yah.
To Ana (#9):
Jujur saja, saya memang melihat ada ketidaktepatan penempatan dalil di sini, atau di PKS secara umum. Dalil-dalil tentang jamaah/umara itu, sangat tidak tepat untuk ditempatkan di PKS. Saya ambil contoh hadits ini sendiri.
Akan ada Umara’ yang kalian kenal tetapi kalian ingkari…, dst.
Kata umara’ adalah jamak (taksir) dari amir, yaitu orang yang berhak memerintah. Tentunya kita mahfum ini satu akar kata dengan amrun (amr) atau perintah, amara/yakmuru atau memerintah. Di mana perintahnya (amir) wajib ditaati dan ada konsekwensi hukum kalau dilanggar. Hal ini hanya ada pada perintah dari pemerintah sebuah daulah atau negara. Negara itu sendiri kan syaratnya harus ada wilayah, rakyat dan pemerintah. Sementara entitas yang bisa/berhak melakukan represi pada umatnya hanya negara (diwakili oleh pemerintah).
Ketika Abu Bakar r.a. memerangi orang yang tidak mau membayar zakat, beliau menegakkan hukum negara.
Ketika Siti Jenar divonis mati oleh walisongo, eksekusinya tidak langsung, melainkan menunggu terbentuknya negara (Demak, kerajaan Islam pertama di Jawa)
Sejauh yang saya tahu, hudud baru ditegakkan oleh Rasulullah di Madinah, bukan di Mekkah. Karena periode Madinah itu adalah sebuah periode negara (dan negara berhak melakukan represi pada rakyatnya), sementara Mekkah ‘hanya periode dakwah’ saja, seperti penanaman aqidah tauhid.PKS jelas tidak memiliki tiga perkara itu (wilayah, rakyat dan pemerintah), sehingga bukan sebuah negara, dan pemimpinnya bukan umara’. Kalau pemimpinnya bukan umara’, maka hadits-hadits itu seharusnya tidak berlaku. Hadits-hadits yang menggunakan kata-kata umara’, seringkali hanya diterjemahkan sebagai pemimpin. Kalau pemimpin itu bisa pemimpin apa saja, termasuk pemimpin organisasi atau paguyuban.
Sementara itu, pemimpin negara itu berbeda atau memiliki kekhususan yang tidak ada pada pemimpin lain. Contoh: ada nash bahwa setiap orang itu pemimpin, termasuk perempuan (misalnya sebagai pemimpin bagi anak-anaknya), tapi ada larangan perempuan jadi pemimpin (kepala) negara.
Jujur lagi… saya juga baru menyadari hal ini. Bbrp jam yg lalu saya diskusi dengan seorang ustadz mengenai pengertian umara’ ini, di situ saya (rasanya) menjadi clear, bahwa kata umara’ itu ada makna dan konsekwensi tersendiri. Mungkin ini perlu diluruskan dulu. Muraqib amm Hilmi Aminuddin itu, bukan umara’. Dia hanya pemimpin organisasi, dan itu bukan umara’. Karena dia bukan umara’, maka tidak berlaku hadits-hadits kepemimpinan/imamah/jamaah yang menggunakan redaksi dan atau pengertian umara’ secara umum.
taat kepada pemimpin yang rusak asal masih shalat?
koment no. 9 dan 10
wew, what an amazing man. Saya bener2 kagum ama kamu DOS!
Sebuah blog, siapapun bisa membuatnya. Namun isinya, tentu kembali pada sang penulisnya. man behind the blog. Di sisi ini, saya bisa bilang, bahwa DOS telah berhasil membuat perbedaan, setidaknya di lingkup mereka.
yang ini juga kerentz nih
Btw Anda mau solusi untuk persatuan ummat? Solusinya cuma satu, hanya satu saudaraku, konsistenlah dengan Quran dan sunnah Rasulullah, khulafaur rasyidin dan salafush shalih. Gigit dengan geraham Anda. Utamakan itu dulu ketimbang siapapun termasuk otak dan qiyadah.
Lalu siapa sebenarnya DOS?
Banyak yang bertanya siapa saya. Saya DOS, paling tidak sebagian teman-teman memanggil saya demikian. An everyman, a father of two children and a husband of a wife. Bekerja sebagai software developer di negeri jiran sejak awal 2007.
Minat saya luas, tapi saya berusaha untuk memfokuskan pada dua hal yang paling saya suka, yaitu Islamic studies terutama kajian hadits, dan teknologi informasi terutama terkait dengan kriptografi, sesuai dengan pekerjaan saya saat ini. Hobi saya membaca, programming dan olahraga, terutama lari dan renang.
Mengapa saya tidak menampilkan identitas lengkap plus foto di blog ini? Hanya karena satu alasan: saya tidak mau personal interest saya ikut terseret di sini, blog ini jadi kontroversi, ada hujatan ada pujian, dan itu bisa dengan mudah menimbulkan penyakit hati seperti bangga diri dan sombong. Mungkin orang lain bisa tidak masalah dengan itu, tapi saya… saya tahu diri saya, hati saya lemah. Ini saya akui.
Karena takut? Insya Allah tidak. Ketika blog ini pertama dimulai, saya tinggal dan berkantor hanya bbrp km dari DPP, dan banyak ikhwah kader yang tahu siapa saya. Apalagi sekarang saya bekerja tidak di Indonesia. Lagipula, PKS tetap sebuah jamaah dakwah, teror fisik tentu bukan bagian dari style PKS.
Kaitan saya dengan PKS? Tidak ada, kecuali hanya seorang simpatisan jamaah. Saya hanya satu dari 96% pemilih PKS non kader pada pemilu 2004 (pada pemilu 2004, jumlah pemilih PKS 8.325.020, jumlah kader hanya 300.000 atau hanya 3,6%).
Tujuan saya dengan blog ini, hanya sekedar ikut berkontribusi mengembalikan jamaah dakwah ini ke relnya lagi. Tidak lebih.




February 14, 2009 at 1:26 am |
hhe,,bang bayu,,tumben ngepost gini bang,,
February 14, 2009 at 7:12 am |
@fikrifaris
hmm, DOS emg kereeen, misterius kayak L di death note.
jiahh akh faris…
masa DOS dibandingin ma L…kerenan DOS lah…secara beliau punya sesuatu yang “manfaat”… tentunya bagi mereka… yang mau berpikir jernih…
btw…setuju ma Brader Bayu… PKSwatch …bagus
February 15, 2009 at 9:59 pm |
jadinya DOS ato WINDOWS nih…???
February 19, 2009 at 5:21 am |
assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
oh, langsung ke TKP ah..
February 23, 2009 at 11:19 am |
Semuanya, kita liat aja hasil pemilu. Gak lama lagi kan… siapa yang bener, dos ato anti dos
February 27, 2009 at 3:56 am |
ah…
tinggal gw tunggu aksi kalian…
jangan suka omong doank ah…
narasi tanpa aksi, nol besar…
tinggal tujuan lo apaan, apa kontribusi yang bisa lo kasih, dan apa impian lo buat umat ini…
seperti DOS…gw hanya salah satu dari 96% pemilih non-kader di pemilu 2004 lalu…gw juga aneh ngeliat “mereka” sekarang…tapi gw sadar…
umat yang sakit gak hanya butuh kata, frase, kalimat, paragraf dari orang Islam yang mengaku peduli dengan Islam…!!!
“mereka” biarlah jadi mereka (walaupun gw berharap mereka bisa normal seperti dulu, karena “mereka” punya potensi besar buat bangsa dan umat)
tapi GW…GK AKAN BERHENTI…!!!
February 27, 2009 at 9:42 am |
Yup setuju huaaaaa…. *ngantuk
Neh themes makin keren aja. Bro, bunuh aja tuh snapshot, ngeganggu aja..
March 2, 2009 at 8:30 am |
Pak Rismaka, kalo di dalam negri sih kayaknya emang agak2 reda. tapi di luar lagi panas lagi nih. hehe
Trus ini ada link bagus, barangkali aja ada yg blom baca http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/02/al-jarh-wat-tadil-adalah-perkara.html
sekalian jg dibaca artikel awalnya di abusalma.wp ya. (oh ya abusalma uda balik ke wp)