Mungkin tak selamanya bersama itu menyenangkan. Tapi kesendirian tetap saja jauh dari kata nyaman. Sedangkan sekelumit rindu di bening airmatamu tadi pagi, membuatku mengert
i. Sayang, engkau cantik sekali tadi pagi…
Adalah frase usang yang akan menghampiri malam-malam setelah esok hari. Menunggu itu menakjubkan. Dan semoga kerinduan membawa canda tawa kita pada pagi yang nanti.
Aku menunggumu disini…di sisi sepi dan gemericik resah pagi. Mengenang sembari berharap setiap kenangan akan berulang dengan membawa serta makna dan cita yang mengingatkanku betapa engkau mengagumi pagi itu…Pagi…saat kita membuat nyata semesta asa yang bersemayam di dada. Bukan apaapa, hanya sekedar minum segelas the hangat dan sekotak martabak yang tak habis kita makan tadi malam. Sambil menikmati hilir mudik burung gereja di kerindangan pohon yang entah kapan ditanam.
Subhanalloh, hanya seperti itu pun membuatku benar2 bahagia…
Tadi pagi, ketika airmata itu menghiasi pipimu yang merona merah –dan aku senang menyebutmu humairo’-, sungguh tak ku sangka, bahwa perpisahan yang sementara pun dapat menggoreskan luka yang nyata, luka yang membuatku tersenyum dan berbisik ‘aku mencintaimu Sayang…’
Ingatkah ketika kita dalam perjalanan itu? Bahkan decit roda kereta iri pada kemesraan kita. Apa yang kau rasakan ketika bisa duduk berdua dengan gadis yang engkau cintai dan dia pun mencintaimu? Apa yang engkau rasakan ketika menggenggam erat tangan seorang gadis yang sebelumnya tak pernah kau pegang? Apa yang engkau rasakan ketika seorang gadis merebahkan kepalanya di bahumu?…dan engkau tahu, bahwa gadis itu adalah istrimu…




January 3, 2009 at 7:17 am |
beruntungnya kamu…
January 4, 2009 at 10:08 am |
wow,, ceritanya keren,, salam kenal yah,,
January 5, 2009 at 8:24 am |
assalamualaika wahai yang sentiasa terpelihara jiwanya dari kejahatan (aminn..)
ada ole2 buat akhi d blog sy. selamat ya..
January 7, 2009 at 7:53 am |
“Barokallahulaka wabaroka ‘alaika wajama’a bainakuma fii khoir”. semoga beroleh rumahtangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. aminn…
tulisannya terlahir dari jiwa maka sampainya juga ke jiwa sang pembaca. doakan kami yang masih menunggu
January 28, 2009 at 12:59 am |
wah telat ni ngucapannya!!!
tapi gpp kan?
“barakallahu laka wa baraka ‘alayka wa jama’a bainakuma fii khoirin”
daripada ga sama sekali???
January 31, 2009 at 4:17 am |
subhanaLLah.. baru tau akhi, afwan yaa…
“barakallahu laka wa baraka ‘alayka wa jama’a bainakuma fii khoirin”
waah bahagianya.. semoga bisa saling melengkapi dan pernikahannya barokah sampai akhir hayat dan dipertemukan ALLAH di surgaNYA..
February 12, 2009 at 4:40 am |
Dan Decit Kereta pun iri melihat kemesraan kita berdua…
wah salut akan sublimasi kata dan lekuk bahasa yang di pake benar2 luar biasa KPK ini eh Bayu eh Riggih eh siapa lagi yah
salam kenal (wong satu kantor koq salam kenal…piye tha)