“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Alloh dan taatilah Rosul(Nya), dan ulil amri (ulama dan umara’) diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Alloh (Al-Qur’an) dan rosul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan labih baik akibatnya”. (Q.S. An-Nisaa : 59)
Sungguh aku merasa takjub sekali pada sahabatku ini. Beberapa minggu yang lalu kami berencana main futsal. Aku membonceng motor sahabatku ini. Tak ada yang istimewa sebenarnya. Perjalanan alhamdulillah lancer. Namun ada hal kecil yang menggelitik aku untuk menulis. Lampu merah. Ya, hal kecil namun menarik ini terjadi di sebuah lampu merah.
Hijau tandanya jalan. Merah tandanya berhenti. Kuning tandanya…ngebuuuttttt!!!!
Ketika kami sampai di persimpangan jalan, qodarulloh, lampu berwarna merah. Otomatis kami berhenti. Sebelum kami telah ada beberapa orang yang naik motor maupun mobil berhenti pula. Sahabatku itu berhenti tepat sebelum garis untuk penyeberang jalan (katanya sih namanya zebra cross). Sementara beberapa orang berhenti melewati zebra cross tersebut. Dari belakang tiba2 ada klakson nyaring. Dari sesama pengendara motor juga. Klakson itu berbunyi berkali2, memberi isyarat pada kami agar maju ataupun minggir untuk memberi jalan. Begitu aku mengartikannya.
Padahal saat itu lampu masih merah. Emang mau kemana Bro?! akhirnya, terpaksa sahabatku itu meminggirkan sedikit sepeda motornya untuk memberi jalan, dengan konsekuensi, melewati zebra cross.
Sudah selesai critanya! ga ada sambungannya. Jangan berharap critanya kemudian mengisahkan sang pengendara motor yg membunyikan klakson itu mati tertabrak. Hehehe.
Sekilas mungkin tak ada yang berarti penting bukan? Namun bagiku, inilah sejengkal yang (mungkin) membedakan.
Renungkan sejenak, dan mari berpikir…
Adakah yang merasa telah berbuat dzalim pada saudaranya? Adakah yang merasa telah mengambil hak saudaranya?
Hak untuk menyeberang jalan dengan aman di atas zebra cross yg telah disediakan oleh pemerintah…
Hak untuk melintas di persimpangan jalan tanpa kekhawatiran bertabrakan dengan kendaraan dari lain jurusan…
Adakah yang merasa telah mendurhakai pemerintah?
Padahal pemerintah tidak memerintahkanmu untuk bermaksiat terhadap sang Khalik….
apa yang menghalangi untuk bersabar dan menunggu…?
- :~***~:
Hidup di Jakarta. Fiuh…aku merindukan aroma lapangan bola. Aroma beradunya pekik dan tawa bocah-bocah desa dengan asap jerami. Benar2 sebuah kerinduan yang membuatku merasa betapa berharganya sebuah masa. Ah..lagi2…sesaat itu abadi. Aku mungkin tak pernah lagi merasakan licinnya belut yg menggeliat di tanganku. Mungkin tak pernah ku cium lagi bau anak katak yang ku pasang di ujung kail. Mungkin tak pernah lagi kurasakan nikmatnya basah lumpur sawah di kakiku. Tak ada lagi sandal yang putus terjebak dalam lumpur. Tak ada lagi berkejaran dengan gerimis di pematang sawah. Ah….
Berganti aroma AC mobil yang justru mengajarkan : dingin itu mahal. Pekik dan tawa itu berganti klakson orang2 bodoh berwajah tak sabaran. Dan lagi2 sebuah pelajaran : sejengkal itu (sangat) mahal!
Wahai saudaraku…
Sejengkal itu memang mahal…sangat mahal…sejengkal itu pula…. salah satu yang membedakan…
Sabda Rosulullah shallallahu alaihi wa salam : “Aku wasiatkan kepadamu untuk bertakwa kepada Alloh; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun (ia) seorang budak habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama), karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah merupakan kesesatan”. (H.R. Abu Dawud, 4607; Tirmidzi, 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan lainnya dari Al’Irbadh bin Sariyah).
sekali lagi renungkan…
Nabi shallallahu alaihi wa salam bersabda : “Seluruh umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan!” Para sahabat bertanya, “Wahai, Rosulullah! Siapakah yang enggan?” Beliau menjawab, “Siapa saja mentaatiku dia masuk surga, dan siapa saja yang bermaksiat kepadaku, maka dia benar-benar enggan (masuk surga)”. (H.R. Bukhari, No. 7280 dari Abu Hurairah).
adakah kalian dengar…?
sabda Rasulullah saw. “Barang siapa taat kepadaku, maka berarti ia telah taat kepada Allah, dan barang siapa mendurhakaiku, maka berarti ia telah durhaka kepada Allah. Barang siapa taat kepada pimpinannya, maka berarti ia telah taat kepadaku. Dan barang siapa yang durhaka kepada pimpinannya, maka berarti ia telah durhaka kepadaku.” (HR. Al-Bukhari no.2957, 7137 dan Muslim no. 1835 (32) dari Sahabat Abu Hurairah.)




December 10, 2008 at 10:44 pm |
akhy…
anta kemana saja?
kok ga pernah nongol?
December 12, 2008 at 3:29 am |
Ho’oh *Manggut-manggut*
Setuju deh..
December 13, 2008 at 4:17 am |
Bukan hanya di Jakarta.
Disini juga sering seperti itu…
Menyebalkan.. sungguh….
December 14, 2008 at 2:33 am |
Bismillah
Assalamu’alaikum
Segera baca fatwa Syaikh Ubaid Al-Jabiry soal Eksekusi Amrozi Cs di http://hanif019.wordpress.com/2008/12/14/fatwa-syaikh-ubaid-al-jabiry-soal-eksekusi-amrozi-cs/
Jazakumullahu khairan katsiiraa
December 21, 2008 at 1:44 pm |
Syukron, postingan bagus.. n bermanfa’at
January 7, 2009 at 8:22 am |
“Benar2 sebuah kerinduan yang membuatku merasa betapa berharganya sebuah masa. Ah..lagi2…sesaat itu abadi. Aku mungkin tak pernah lagi merasakan licinnya belut yg menggeliat di tanganku. Mungkin tak pernah ku cium lagi bau anak katak yang ku pasang di ujung kail. Mungkin tak pernah lagi kurasakan nikmatnya basah lumpur sawah di kakiku. Tak ada lagi sandal yang putus terjebak dalam lumpur. Tak ada lagi berkejaran dengan gerimis di pematang sawah. Ah….”
sy trkesan ama petikan yg ini
berharganya sebuah masa
January 13, 2009 at 3:45 am |
Assalamu’alaykum warahmatullah.
kunjungan balik akhi..
tulisan yang baik buat renungan..
semoga saya istiqomah untuk menaatinya.
di Malang juga demikian keadaannya.
kayaknya emang lebih nyaman tinggal di daerah yang masih alami dengan panorama pantai dan bukit-bukit yang masih hijau(promosi daerah saya Trenggalek heheehe)
January 22, 2009 at 12:00 pm |
hehehehe