Mereka saling bicara. Mungkin. Ya…mungkin tentang masa dan embun. Mungkin tentang daun yang tak lagi rimbun. Mungkin tentang birunya langit dan hijaunya cemara. Atau mungkin mereka sedang menertawaiku. Menertawai dunia.
Ah…burung gereja yang elok. Entah siapa yang bangun lebih dahulu pagi ini. Aku? Ataukah engkau? Entahlah. Yang penting kita sama-sama menikmati pagi bukan? Pagi yang terakhir, mungkin…
Bagiku, secangkir teh hangat dan semangkok mi instan, juga sekaleng biscuit. Dan bagimu, cemara itu, kabel listrik itu, atomatom air itu…
Dan lihatlah di bawah, seorang kakek mengumpulkan gugur daundaun di halaman. Ah…ku pikir dia juga menikmati pagi ini seperti kita. Menikmati dengan caranya sendiri tentunya.
Fiuh…kadang aku begitu merindukan saat-saat yang akan. Bersamanya. Sama-sama melihat kalian, sama-sama melihat kakek itu, sama-sama menikmati pagi, dan mungkin…sama-sama menulis sampah seperti ini…
Pagi, Jakarta Timur




October 31, 2008 at 1:16 pm |
Gubrakxs.. Kewl gak tau artinya ? Hehe, sori Yu.. Itu sama dengan Cool.. Bacanya kan sama..
October 31, 2008 at 10:48 pm |
pagi juga….
yuk beraktivitas
November 2, 2008 at 8:23 am |
お早うございます ohayou gozaimasu..
pagiku cerahku..
matahari bersinar..
kugendong tas merahku dipundak..
yukzz.. kita berangkat kuliah..
November 3, 2008 at 2:52 am |
Aku suka pagi….
Pertanda masih ada waktu lagi…
Berkat Tuhan selalu mengalir…
Aku masih diberi hidup….
Indahnya
November 4, 2008 at 2:31 am |
Renungan pagi yang Indah mas, sy juga merasa bahagia jika di pagi hari
November 4, 2008 at 1:22 pm |
pagi memang mengajarkan kita banyak hal …
November 4, 2008 at 3:45 pm |
menunggu pagi….
November 5, 2008 at 12:29 am |
bukan sampah koq…
tulisannya indah akh…sgt deskriptif : )