Sedih itu pasti; tapi menangis itu suatu pilihan.
Kadangkala kita memang dihadapkan pada situasi yang dilematis. Kehilangan adalah suatu yang menyedihkan. Namun apakah kita akan membiarkan jiwa kita melayang-layang di lautan ego yang belum tentu benar?
Tentu saja tidak. Ini bukan masalah benar atau salah. Tapi bagaimana agar kita tak perlu menumpahkan airmata sia-sia.
Engkau adalah sebutir benih yang kelak akan tumbuh. Mungkin saja kelak engkau jadi sebatang pohon flamboyan raksasa yang tegar menantang langit. Atau mungkin engkau menjalar di atas tanah dan menghias pekarangan rumah. Atau bias jadi engkau tegak semampai, bercumbu mesra dengan angin yang membelai.
Maka lihatlah siapa yang kelak menjagamu. Memagarimu dari setiap benalu. Menyirami dengan seribu cerita tentang indahnya masa. Merawatmu saat engkau tidur maupun terjaga.
Engkau mungkin hanya sebutir benih. Namun tetap saja engkau adalah makhluk yang tercipta melalui proses paling rumit di alam semesta. Dia yang memberimu segalanya. Maka engkau adalah pelaksana akan segala titahNya, dan hanya kepadaNya engkau kembali bersua. Lalu apakah dalam genangan waktu yang kita tak pernah tahu kapan akan berlalu dan mengekalkan segala janji; engkau akan senantiasa diam dan mengeluhkan; mengapa langit begitu tinggi sedangkan tiap jeritan hanya bergema di hati?
Engkau tak perlu ragu melangkah. Karena tiap langkah akan meninggalkan jejak. Dan tiap jejak akan bersinar dan kelak menjelma jadi benih-benih bintang. Dan tiap benih bintang akan mengajarkanmu : ‘sesaat itu abadi’.





October 28, 2008 at 4:07 pm |
Dalam kehidupan, gak ada yang abadi.. Bagaimanapun daya dan upaya, kehilangan adalah suatu yang pasti.. Cepat atau lambat, rela atau tidak.. Jadi, enjoy aja..
October 29, 2008 at 2:27 am |
Subhanallah… benar sahabat benar… terimakasih sudah mengingatkanku
October 29, 2008 at 2:53 am |
’sedih itu pasti, tapi menangis itu satu pilihan’
ayatnya cukup memberi kesan di hati. kadang walau pada zahirnya kita memilih untuk terus kuat tanpa menerbitkan air pada tubir mata tapi saat itu hati telah kuat merintih tangis lantaran sedih bertandang tanpa diundang. siapa juga yang mau mumet
tapi, dalam kemarau kehidupan yang hadirnya tanpa kita duga, air mata itu jadi penyegar pada hati yang layu. ga pernah menangis itu tandanya hati hampir mati (menangisi dosa lalu). na’uzubilLah…
October 29, 2008 at 8:27 am |
Tangis merindukan saya?
hmm, tapi inga’…
syairnya Opening One Piece itu dalem banget meskipun kayaknya dikemas untuk anak-anak
October 29, 2008 at 8:48 am |
Mungkin saja air mata yang tumpah dianggab sia-sia, tapi aku tetap membiarkan dia tumpah dan menggenang di pipiku, karena setelahnya aku bisa merasakan kelegaan…
October 29, 2008 at 8:51 am |
Salam Kenal….
Keabadian itu hny milik ALLAH.
Kita hanya bisa mengimpikannya tanpa bisa memilikinya.
October 29, 2008 at 9:14 am |
Subhanallah
Sungguh indah
Sarat hikmah
October 29, 2008 at 9:41 am |
Aduh.. Jadi pingin nangis..
Tapi nangis bahagia aja, soalnya lagi ga mau sedih