Sesuatu yang bermanfaat adalah yang dapat mendekatkanmu ke surga.
Serius mode : OFF
Afwan, sekedar corat-coret. Ini sekedar sedikit tulisan yang aku tulis begitu saja. Tanpa ada maksud apa2. hanya saja, ini sesuai dengan tema blogku. Merefleksi dunia(ku).
Komentar pertama Abu Shafi al Fasitany di blognya mas Tedjo
afwan Jiddan ya akhi…
Bolehkah ana sedikit memberikan masukan? Ana lihat comentar akhi di blog Akh Abu Huwaidah, yaitu akhi juga akan menyiapkan “PR Hari Raya”. Subhanallah.. Akhi, kenapa kita menyibukkan diri pada hal yang kurang manfaat. Inikah yang diajarkan ustadz-ustadz kita???
Ittaqillah wahai saudaraku… Ittaqillah…
Setiap tulisan ataupun ucapan lisan kita, semua akan dipertanggungjawabkan disisi Allah…
Abu Hatim bin Hibban berkata, “Salah satu kesehatan yang paling besar yang dapat merusak kesehatan jiwa dan merusak kebagusan hati adalah banyak bicara walaupun perkataan itu boleh dibicarakan.”
Umar ibn Khattab berkata kepada Ahnaf “Wahai Ahnaf! Orang yang banyak bicara, banyak salahnya. Orang yang banyak salahnya, sedikit rasa malunya. Orang yang sedikit rasa malunya, sedikit pula rasa wara’-nya. Orang yang sedikit wara’-nya, maka akan mati hatinya”
Ya akhi.. tidakkah qt mengambil pelajaran. Lihatlah saudara-saudara kita yang menuliskan “PR-PR” itu, tidakkah ada obrolan yang kurang bermanfaat di komentar-komentar mereka? Na;am, bahkan antara IKHWAN dan AKHWAT…
Apa blogku berisi sesuatu yang tidak bermanfaat sama sekali? Ya dan tidak. Bagi orang lain, mungkin sama sekali tidak. Bagiku, sangat berguna. Secara aku adalah orang yang cenderung introvert, maka menulis adalah teman yang memberi kesejukan bagiku.
Beberapa orang yang komitmen pada agama Islam yang hanif –semoga Alloh senantiasa menjaga mereka-, mungkin merasa terganggu dengan adanya blog2 sampah seperti punyaku. Ga jelas gitu alirannya. Dan ga mutu pula.
Saya sempat kaget ketika Abu Harun –afwan, tidak saya kasih link, takut beliau tidak berkenan- memberi komentar di blogku. aku merasa ada yang salah dengan blogku dan beliau berusaha menasehati aku. Tapi aku yang dhoif ini benar2 ga mengerti dengan bahasa bersayap. Makanya aku ga mudeng dengan komentar Abu Harun. Meskipun aku akui, bahwa komentar itu benar2 menyejukkan. Senang sekali membaca komentar beliau. Semoga Alloh memuliakan anda wahai Abu Harun. Sampai2 aku bertanya pada Kakak, kira2 apa yang ingin disampaikan Abu Harun padaku. (sampai saat ini aku ga mengerti. Afwan, aku memang bodoh…)
Blogwalking ke blognya mas Tedjo –mahabbahtedja- (lagi2 tidak saya link, takut beliau tidak berkenan). Fiuh…aku makin merasa bodoh saja. Sedikit pertanyaan saja. Apa yang salah? PR yang aku berikan ke Bung Rismaka, kemudian di-estafet-kan, dan sekarang diributkan?!
Ah…aku benar2 tak mengerti…
aku paham sabda Nabi ‘Jangan marah’. Disampaikan dengan kata2 yang ringkas dan artinya dapat dimengerti bahkan oleh anak bayi sekalipun! (hiperbola –red)
Fiuh…aku benar2 ga mengerti, kenapa meributkan PR. Bagiku, PR tuh semacam jejaring social. Ajang perkenalan antar blogger. Saling mengakrabkan, meskipun sebelumnya tak pernah saling mengenal; dan mengetahui sedikit sisi unik dari masing2 blogger.
Komentar kedua Abu Shafi al Fasitany di blognya mas Tedjo
Kenapa wahai saudaraku, kenapa…
Inikah kelembutan sunnah yang diajarkan Ustadz-Ustadz kita? Menyibukkan pada hal-hal yang kurang manfaat dan-afwan- bercanda dengan lawan jenis (di blog saudara-saudaraku), Inikah HIKMAH dalam dakwah…?
Akhi.. ana tidak ragu pada kalian semua. Kalian berusaha meniti manhaj yang Haq ini, kalian berusaha menyampaikan ilmu kepada ummat dengan tanpa merasa tinggi hati. Tapi wahai saudaraku, tidakkah sikap ini akan menimbulkan syubhat dihati ummat yang mengambil manfaat dari blogmu ini?
Saudaraku, Demi Allah terasa perih hatiku melihat ini semua. Wallahi ya Saudaraku..
Ana sempat berharap, engkaulah yang menasehati saudaramu sesama blogger untuk berhati-hati dan semakin menyuburkan taqwa kepada Allah. Tetapi walaupun sedikit rasa kecewa, harapan ana belumlah pupus…
Abu Shafi al Fasitany…
Saya tidak mengenal anda. Semoga Alloh mempertemukan kita dalam ikatan cinta yang paling kuat yaitu cinta karena Alloh.
ah…makin aku tak mengerti..
sampah hati ga bs didaur ulang, tapi dibuang ke samudera





October 20, 2008 at 8:47 am |
prna tentan9 apah?
kok sebe9itu sampaikah?
semo9a tak menjadi pertikaian yakh..
piissss..
October 21, 2008 at 4:49 am |
assalaamu’alaikum
mau nimbrung,
ya ana setuju dg Abu Shafy Al-Fasitany
blog boleh saja, tapi bercanda ya itu lho!..
masa di dunia nyata kita nunduk-nunduk saat jalan, di dunia maya…
seperti BEBAS, lepas dr sangkar. cekakakan dg lawan jenis
ada baiknya baik dunia maya, maupun nyata, jauhilah zina
banyak sekali yang jatuh cinta berawal dr blog, komen2 bcanda.
ada jgb blog yang isinya seakan-akan curhat bagi orang yang dicintainya karena tau org tsb pasti akan membaca blognya
naudzubillah!
October 21, 2008 at 7:47 am |
kalau aku sih memang nggak suka ngerjain PR, males ceritanya kalau harus cerita hal2 privat, tapi soal blog mutu apa tidak, berguna apa tidak , siapa sih yang punya hak untuk menentukannya ? blogger itu punya hak 100% pada blognya, jadi mau nulis apa saja silahkan, mau kasih PR silahkan, nggak ada yg berhak mengultimatum blog ini beguna apa nggak, bermutu apa nggak, yang penting isi blognya bukan dari hasil jiplakan karya orang lain, jadi keep blogging ya, makasih dah berkomentar di blogku, have a nice day
October 21, 2008 at 9:17 am |
Bismillah…
Assalamu’alaikum
@Semua….
“Setiap kebaikan itu didapatkan dengan mengkuti as-salaf dan setiap kejelekan itu didapatkan karena mengikuti al-khalaf.”
Ingatlah tatkala mulut ini kan dikunci, mata kan dibutakan, kaki kan diikat, serta amal kan berbicara.
Ingatlah tatkala matamu kan dimintai LPJ-nya. Begitu pun hati dan telinga, serta tak ketiggalan pula semua anngota badan kita.
Blog adalah refleksi dunia hati kita, yang bisa jadi berpahala atau berbuah dosa.
Dan dua kemungkinan itu bisa saja menimpa kita. Sebagiannya atau seluruhnya.
dan yang terpenting bagi kita adalah berhati-hati dalam ucapan, amalan, dan tulisan. Karena blog itu dapat diakses oleh siapa saja.
Ingatlah tatkala Rasulullah menjelaskan tentang seseorang yang mengajarkan kebaikan pd org lain dan org tsb mengikutinya. Maka pahalanya dilipatkan semisal org yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala org lain tsb. Dan begitu juga sebaliknya.
Bukan aku orang bijaksana lagi kaya ilmu agama. Hanya saja, aku adalah seorang muslim baiasa yang berjuang keras tuk menjadi baik dalam berislam.
Menasehati seluruh saudaraku, kaum muslimin, untuk berbenah diri menuju pribadi mulia, pribadi taqa, pribadi LUAR BIASA!!!
Wallahu a’lam bish showwab.
Washsholallahu ‘alaa nabiyyina Muhammad wa ash-haabihi wa man tabi’a hudaahu ilaa yaumil qiyaamah.
October 21, 2008 at 9:20 am |
nice posting…,
komentar para komentatornya luar biasa…
tetap semangat…,
tapi setuju sama Ummu Gazalah, candaan di blog juga harus dijaga..
October 22, 2008 at 6:29 am |
bismillah
afwan akh, boleh ana tanya.
Telur sama ayam duluan mana?
jazakumullahu khairan katsiiraa …
October 22, 2008 at 11:36 am |
hm…aku juga kadang2 ngerasa kalo tujuanku bikin blog, “kadang2″ udah melenceng dari tujuan semula…sehingga aku biasanya istirahat dulu….terus baru ngeblog lagi….
gak ngerti deh, salah ato benernya…tapi moga2 bermanfaat ya?
October 23, 2008 at 7:37 am |
hooooo… ini neeeeh…. si afra juga ngasih pr kek ginian ke unga…
tp cuman *lirik2 afra