Membaca postingan Pak Arief, tergelitik juga untuk menulis sedikit about pernikahan dan wanita.
Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, sebab puasa dapat menekan syahwatnya. H.R. Al Bukhari : 5066
Ayo bro, apa yang kalian tunggu? Klo kta temanku, udah punya ma’isah, tinggal nyari ‘aisyah. Dan kata temanku juga : “dua alasan pemuda belum menikah : pengecut dan ahli maksiat.”
Kyahahaha
. Sekedar pendapat aja untuk mendorong semangat…Aslinya c dari ucapan ‘Umar kepada Abu Zawaid “Tidak ada yang menghalangimu utnuk menikah kecuali kelemahan dan banyak dosa.” (Cermin Mode : OFF)
Nah, ini nih. yang seruuuu…
Dari Asma’ binti Yazid al anshariyyah, ia dating kepada Nabi (shollallohu ‘alaihi wa salam) saat beliau berada di tengah2 sahabatnya seraya mengatakan “Ayah dan Ibuku sebagai tebusanmu wahai Rosululloh. Aku utusan para wanita kepadamu. Ketahuilah, -diriku sebagai tebusanmu- bahwa tidak ada seorang wanitapun yang berada di timur maupun di barat yang mendengar kepergianku melainkan ia sependapat denganku. Sesungguhnya Alloh mengutusmu dengan kebenaran kepada kaum pria dan wanita, lalu kami beriman kepadamu dan kepada Rabb-mu yang mengutusmu. Kami kaum wanita dibatasi, tinggal di rumah-rumah kalian, tempat melampiaskan syahwat kalian, dan mengandung anak-anak kalian. Sementara kalian, kaum pria, dilebihkan atas kami shalat jum’at dan berjamaah, menjenguk orang sakit, menyaksikan jenasah, haji demi haji, dan lebih utama dari itu ialah jihad fii sabilillaah. Jika seorang pria dari kalian keluar untuk berhaji, berumrah atau berjihad, maka kami memelihara harta kalian, membersihkan pakaian kalian, dan merawat anak-anak kalian. Lalu apa yang bisa membuat kami mendapatkan pahala seperti apa yang kalian dapatkan wahai Rosululloh?”
Mendengar hal itu, Rosululloh (shollallohu ‘alaihi wa salam) menoleh kepada para sahabatnya kemudian bertanya : “Apakah kalian pernah mendengar perkataan seorang wanita yang lebih baik daripada wanita ini dalam pertanyaannya tentang urusan agamanya?”
Mereka menjawab: “Wahai Rosululloh, kami tidak menyangka ada seorang wanita yang mendapat petunjuk seperti ini.”
Lalu Nabi(shollallohu ‘alaihi wa salam) menoleh kepadanya seraya berkata kepadanya : “Pergilah wahai wanita, dan beritahukan kepada kaum wanita di belakangmu bahwa apabila seorang dari kalian berbuat baik kepada suaminya, mencari ridhanya, dan menyelarasinya, maka pahalanya menyeruapai semua itu.”
Kemudian wanita itu berpaling dengan bertahlil dan bertakbir karena gembira dengan apa yang disabdakan Rosululloh (shollallohu ‘alaihi wa salam).
HR. ‘Abdurrozzaq (II/152), al Bazzar dalam Kasyful astaar (no.1474). Al haitsami berkata dalam Majma’uz Zawaa-id (III/308) : didalamnya terdapat Rusydain bin Kuraib dan dia Dhaif.
Fiuh…jika di dalam rumahmu pun tercium aroma surga, maka hendaklah disana engkau tinggal dan bercengkrama.
Jangan buang rasa malumu ke selokan dan tempat sampah sedangkan Alloh telah memuliakanmu dengan hijab dan surga di dalam rumah
Saudaraku abu harun dan teman2 yg lain: Karisma, Akh Didit, kang Sadat, atau kang Heri dan pak Arief, adakah hadist ini shahih atau dhoif secara sanad? bagaimanakah maknanya? shohihkah? mohon bantuannya. jazakumulloh khoiron katsiroo.




October 14, 2008 at 5:30 pm |
Iya, saa ingin menikah secepatnya…
Tapi nunggu lulus kuliah dulu
Pengecut? Hm… seperti Usopp
October 15, 2008 at 7:35 am |
kalo saya belom siap nikah. liat aja masih kayak gini
October 15, 2008 at 11:30 am |
Maksud jeng Dida tuh, dia belum siap karena ‘masih kayak gini’.. Lha, secara masih istirahat di tempat, jadi belum siap. Tunggu ada command : ‘Siaap !! Grak !!’.. Gitu lho.. He he.
October 15, 2008 at 11:32 am |
Maksud jeng Dida tuh, dia belum siap karena ‘masih kayak gini’.. Lha, secara masih istirahat di tempat, jadi belum siap. Tunggu ada command : ‘Siaap !! Grak !!’.. Gitu lho.. He he..
October 16, 2008 at 1:17 am |
hayoo…kapan nih pada mo nikah?
wah akhir2 ini banyak banget postingan di blog ttg nikah…
ayo semngat lah nikah….
October 16, 2008 at 3:25 am |
bukan pengecut,daku kembalikan pada sang KHALIK sajah,bukan DIA yang maha pengatur? ketika semua na suda terencana tapi..jika DIA tak berkehendak bisa apah kita?
October 16, 2008 at 9:48 am |
kalo kata bapak saya, seorang laki-laki kalo dari segi finansial dapat dikatakan “cukup”, lantas laki-laki tersebut belum menikah juga, hingga umurnya tidak muda lagi maka laki-laki itu perlu dipertanyakan “ke-lelaki-annya”. Jangan-jangan gak normal??
dan untuk saat ini saya masih belum “mampu”.
October 21, 2008 at 5:33 am |
Salam
*halah*
Menjadi muslimah sungguh mulia, andai dunia mengerti