October 29, 2008
Mereka saling bicara. Mungkin. Ya…mungkin tentang masa dan embun. Mungkin tentang daun yang tak lagi rimbun. Mungkin tentang birunya langit dan hijaunya cemara. Atau mungkin mereka sedang menertawaiku. Menertawai dunia.
Ah…burung gereja yang elok. Entah siapa yang bangun lebih dahulu pagi ini. Aku? Ataukah engkau? Entahlah. Yang penting kita sama-sama menikmati pagi bukan? Pagi yang terakhir, mungkin…
Bagiku, secangkir teh hangat dan semangkok mi instan, juga sekaleng biscuit. Dan bagimu, cemara itu, kabel listrik itu, atomatom air itu…
Dan lihatlah di bawah, seorang kakek mengumpulkan gugur daundaun di halaman. Ah…ku pikir dia juga menikmati pagi ini seperti kita. Menikmati dengan caranya sendiri tentunya.
Fiuh…kadang aku begitu merindukan saat-saat yang akan. Bersamanya. Sama-sama melihat kalian, sama-sama melihat kakek itu, sama-sama menikmati pagi, dan mungkin…sama-sama menulis sampah seperti ini…
Pagi, Jakarta Timur
27 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by bayu200687
October 27, 2008
Sedih itu pasti; tapi menangis itu suatu pilihan.
Kadangkala kita memang dihadapkan pada situasi yang dilematis. Kehilangan adalah suatu yang menyedihkan. Namun apakah kita akan membiarkan jiwa kita melayang-layang di lautan ego yang belum tentu benar?
Tentu saja tidak. Ini bukan masalah benar atau salah. Tapi bagaimana agar kita tak perlu menumpahkan airmata sia-sia.
Engkau adalah sebutir benih Read the rest of this entry »
30 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by bayu200687
October 25, 2008
ini mungkin saja membosankan. tapi bagiku, ini cukup menyenangkan. menunggu… yosha!
yeah, don’t leave me here only with my imagination
how long can i continue to suffer in silence

selalu saja ada romansa yang romantis. tiap kali menangisi sepi dan rumah yang lengang. keramik putih yang silang menyilang. uh… ingin aku berkeluh, melepas kesah. dan apa masih ada yang berarti; sedangkan hari ini begitu serupa dengan kemarin. mungkin yang membuatku masih sanggup bertahan adalah senantiasa aa mimpi yang menggantung bersama embun di sudut daun. Read the rest of this entry »
21 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by bayu200687
October 21, 2008
Apa saja yang aku kabarkan padamu, lewat puisi, lewati cahaya kunang-kunang, maka itu mungkin adalah sebuah frasa yg hanyalah frasa. Atau bisa jadi kau yang memberinya makna. Hanya saja, aku berpikir, tak ada yang perlu memaknai tiaptiap huruf, kata, ataupun sepenggal resah. Meski kadang aku ingin.
Tapi tiap imaji yang tercipta, menyeruak tibatiba, hanyalah sesaat yang mungkin saja abadi, namun kelak tetap saja akan retak. Seperti ketika aku bermain begitu riang dengan menghamburkan katakata pada berlembarlembar kertas, menghabiskan waktu yang semakin tak terasa melewatiku begitu saja. Atau seperti ketika aku terpaksa terpekur, merenungi makna dari tiap kata yang hampir saja tercipta namun tak pernah ada kecuali sekedar bermain saja dalam labirin yang sengaja kuciptakan.
seperti anak kecil kehilangan ibunya. Seperti negeri ini kehilangan hijaunya. Seperti daun kuning mencium bumi. Seperti aku merindukan bumi juga. Bumi yang mana…
Read the rest of this entry »
29 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by bayu200687
October 16, 2008
Jadi agak malez nulis lagi…
Sesuatu yang bermanfaat adalah yang dapat mendekatkanmu ke surga.
Serius mode : OFF
Afwan, sekedar corat-coret. Ini sekedar sedikit tulisan yang aku tulis begitu saja. Tanpa ada maksud apa2. hanya saja, ini sesuai dengan tema blogku. Merefleksi dunia(ku).
Komentar pertama Abu Shafi al Fasitany di blognya mas Tedjo
Read the rest of this entry »
64 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by bayu200687
October 14, 2008
Jadi kaya…
Aku ga pernah berpikir untuk menjadi kaya. Lebih nikmat hidup sederhana. Apa adanya. Pernah suatu ketika aku pergi ke toko furniture untuk melihat2 spring bed. Naek sepeda jengki, pake kaos dan sirwal, pake sandal jepit. Sepertinya sang penjual agak ragu juga ketika menerima aku sebagai calon pembeli. hehe
Sampai sekarang aku ga punya televisi. Aku pikir, memiliki televise itu merupakan hak, dan bukan kewajiban. So, klo memiliki adalah hak, berarti tidak memiliki adalah hak juga dunk. Dan aku memilih untuk tidak memiliki. (golput mode : ON).
Menjadi kaya dan terkenal.
Terlalu berat memikirkan hal-hal sebelum dan setelah menjadi kaya.
Read the rest of this entry »
25 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by bayu200687
October 13, 2008
Membaca postingan Pak Arief, tergelitik juga untuk menulis sedikit about pernikahan dan wanita.
Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, sebab puasa dapat menekan syahwatnya. H.R. Al Bukhari : 5066
Ayo bro, apa yang kalian tunggu? Klo kta temanku, udah punya ma’isah, tinggal nyari ‘aisyah. Dan kata temanku juga : “dua alasan pemuda belum menikah : pengecut dan ahli maksiat.”
Kyahahaha
. Sekedar pendapat aja untuk mendorong semangat…Aslinya c dari ucapan ‘Umar kepada Abu Zawaid “Tidak ada yang menghalangimu utnuk menikah kecuali kelemahan dan banyak dosa.” (Cermin Mode : OFF)
Nah, ini nih. yang seruuuu…
Read the rest of this entry »
25 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by bayu200687
October 10, 2008

Listen closely Roronoa Zoro..
In this world we live in…
There are swordsmen who can cut nothing.
However, those same swordsmen can also
Cut steel or anything else they wish.
All with the same katana
The strongest blade is one which has the power
To protect what you wish to protect
And to cut what you wish to cut
A sword that harms everything it touches is, to me..
Not a sword at all
5 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by bayu200687