Blogwalking ke sini. Agak takjub juga bacanya. Bukan karena postingannya. Tapi karena melihat CV sang penulis. Segudang prestasi, setumpuk penghargaan…fiuh…keren abiz (dalam hati bilang : Narsis!).
Aku ngebayangin bagaimana orang tuanya begitu bangga akan prestasi anaknya. Kadang iri juga aku… Tapi sebisa mungkin aku tepis rasa iri seperti itu. Aku percaya Alloh telah memilihkan jalan terbaik untuk aku.
Aku tak pernah memenangkan lomba apapun. Sekolah aku biasa2 saja. Sekarang pun aku hanya seorang lulusan Diploma Satu. Tapi aku begitu menikmati kehidupan aku meski kadang jenuh juga dengan ritme kehidupan yang monoton.
Kadang2 ada kejadian kecil yang membuat aku tersenyum. Kadang ada sekelumit kenangan masa lalu yang membuat hati ini sedih.
Misalnya kalo aku teringat pertemuan dengannya. Dia teman SMA sebenarnya. Lalu lama tak pernah bertemu. Kemudian Alloh mempertemukan kami di sebuah masjid (ceile..). dia bersama keluarganya akan pergi ke suatu tempat dan kebetulan singgah di masjid itu. Alhamdulillah, ibunya bahkan langsung suka sama aku. Padahal baru pertama kali bertemu. Dan waktu itu aku adalah…tukang parkir!
Kadang aku berfikir, apa orang tua aku bangga pada aku? Aku sendiri tak pernah bertanya pada mereka. Belum berani. Dan entah kapan aku punya keberanian untuk menanyakannya…
Pernah dulu aku menulis puisi dan mengirimkannya ke Koran daerah. Dimuat dan dapet honor. Ortu ga tahu. Tapi kemudian ortu tahu karena ada temen yg menelpon ortu. Lalu ibu nanya ke aku ‘kenapa ngga bilang ke ibu?’. Aku jawab ‘ah, kapan2 aja bu, klo udah bener2 jadi penulis.’ Qodarulloh, jalanku sepertinya bukan sebagai penulis. So, entah kapan aku bisa memenuhi kata2ku itu pada ibuku.
Dua kali aku mendaftar polisi. Dan dua2nya gagal. Alhamdulillah. Apa aku mengecewakan orang tuaku? Bisa jadi. Meskipun mereka ga pernah menyatakannya. Gagal ya sudah. Mo bilang apa lagi?
Aku hampir tak pernah meminta apapun pada ortu semenjak aku sekolah di SMA. Kecuali sekedar biaya aku untuk sekolah. Aku merasa kalo ortu sudah memberi begitu banyak ke aku. Sementara aku? Apa yang udah aku berikan ke ortu???
aku teringat juga ketika aku bilang ke ortu klo aku mo cepet2 nikah. waktu itu aku bilang lewat telepon. ortu cm bilang, ya terserah. ntar klo udah ada calon kasih tahu ortu. dua minggu kemudian, qodarulloh, Alloh mempertemukan aku dengan dia. lantas aku telepon ke ortu klo aku dah dapet calon istri. wuuaahhh, ortu kaget banget. ga nyangka klo dua minggu yg lalu ucapan aku tu serius. maklumlah, waktu itu aku baru aja kerja. penghasilan bahkan belum sampai 1 juta. tapi aku udah berani ‘nglamar’ seorang akhwat. ya udah, akhirnya setelah melalui kompromi sana sini, sekarang tinggal menunggu hari H (ya Alloh, mudahkanlah urusan kami…Amiin)
fiuh… begitu bangganya aku dengan kehidupan yang aku jalani… beberapa mungkin tak sesuai keinginan. namun mensyukuri yang ada jauh lebih baik daripada menyesali. bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk untukmu dan bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik untukmu…
alhamdulillah





September 11, 2008 at 3:14 am |
[...] Posts Ada Apa?AboutSMS tadi pagi…Perjalanan Ini…Apa Arti Namaku…?DownloadAbout Foto…Impian 12 PurnamaIshbirii ya Ukhti….Dan [...]
September 12, 2008 at 12:35 pm |
Ntah kenapa… aku suka banget sama kata2 yang ini…
“bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk untukmu dan bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik untukmu…”
Semoga semuanya lancar yah… (amin…)
September 14, 2008 at 8:13 am |
oia akhi, ane denger ente dilempar komputer?
bener bukan? trus komputernya ga knapa2 kan?
( ???//???//) lho kok yang ditanya komputernya sih , bukan orangnya?. hehehehehe
September 17, 2008 at 1:06 am |
hmm siapa nih calon istrinya?kenalin dunk..*eh ntar aja deh klo dah nikah*