Panta rhei. Semua mengalir.
Kita tak pernah menginjak air sungai yang sama dua kali.
Maafkan aku…
Ini bukan masalah hak atau bukan hak. Hanya saja aku merasa bersalah padamu. Saat engkau bilang engkau egois, justru aku merasa akulah yang tak pernah mau mengerti dirimu. Saat engkau meminta maaf, justru akulah yang merasa telah berbuat salah.
Maafkan aku…
Dulu engkau pernah mengingatkanku…
Maafkan aku…
aku menyakitimu. Padahal aku sama sekali tak ingin melakukannya.
Benar, bahwa kejujuran yang menyakitkan lebih baik dari kebohongan yang dipendam.
Ada saatnya kejujuran bukan segala-galanya namun kebohongan tetaplah keburukan yang nista.
Di atas kejujuran masih ada kebijaksanaan. Agaknya itu salah satu hal yang aku terlupa. Setidaknya, ini adalah satu pelajaran berharga. Bagiku…
Maafkan aku….
‘silence is worst. All truth that keep silence becomes poisonous’



