August 25, 2008

Impian 12 Purnama
Mimpi itu kamu, siapa tahu
Berkelindan dengan resah dan
Kisah
Jejak malam senyap, merayap
Menata hujan sejak sore tadi
: gerimis bulan Juni
kita
Bersitatap, dari jendela masingmasing gelap
Dan ketika 12 purnama
Telah abadi
Mengekalkan sesaat, senja dan pagi
Maka benih cahaya itu
Fragmen ombak di pelabuhan kecil itu
Adalah algoritma tak sudah
Berkesah masih selaksa gundah
Seperti rangkaian pledoi malam dan matahari
Dalam bahasa embun yang tak pernah
Mengenal arti
: Aku Mencintai
16 Comments |
puisi |
Permalink
Posted by bayu200687
August 25, 2008

SENJA DI PELABUHAN KECIL
Buat Sri Ajati
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis memepercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air hilang ombak
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
Dari: Deru Campur Debu (1949)
4 Comments |
puisi |
Permalink
Posted by bayu200687
August 25, 2008
bismillah
dlu pernah chatting ma ustadz andy. about foto. mungkin ga terlalu penting sih.
tp smoga aja bermanfaat.

3:36:46 PM bayu_abdurrohman: satu lagi ustadz, apakah fatwa syaikh utsaimin about fotografi bs diterapkan di segala hal? atau hanya sebagaimna para ulama yg melarang fotografi; hanya diterapkan dalam masalah darurot?
3:38:07 PM bayu_abdurrohman: sementara klo sekedar utk kenang2n tetap ga boleh?
Read the rest of this entry »
6 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by bayu200687
August 21, 2008
Apa impianmu…?

Apa? Impian? Hah?
Apa impianku?
Impian… apa ini merupakan suatu keharusan? Atau aku boleh memilih untuk tak memiliki impian? Atau aku dianggap melarikan diri jika aku tak punya impian?
Baiklah, apa itu impian? Jika impian sama dengan harapan, maka aku berharap aku punya satu keluarga yang bahagia. Satu keluarga yang sederhana saja.
What a perfect life!
Tapi sebelum itu, apa itu bahagia?
Mungkin bahagia itu….
ketika engkau punya seseorang untuk berbagi
There is no such thing as being born into this world to be alone
ketika engkau bisa tertawa dan memaafkan
I can have food or drinks spilled on me, or even be spit at and I’ll laugh about it. However, if for any reason you hurt a friend of mine… I won’t forgive you
ketika engkau punya impian yang harus engkau wujudkan
I do because I want. I’ve decided to become Pirate King. I don’t care if I die fighting for it.
ketika engkau…
1 Comment |
Uncategorized | Tagged: impian, mimpi, one piece |
Permalink
Posted by bayu200687
August 21, 2008
Fiuh…bicara tentang hal seperti ini…kadang terasa memalukan; namun tetap saja sayang untuk dibuang.

Mungkin yang tersisa dari masa-masa seperti itu akan lenyap begitu saja; menyublim bersama waktu. Tapi bias saja seseorang lebih memilih untuk menympannya rapat2 dalam album perjalanannya, dan kelak…mungkin sedikit bernostalgia…
He-eh… jika saja aku (masih) seperti saat itu, mungkin tiap saat hanya ku lalui dengan menulis puisi.
Read the rest of this entry »
1 Comment |
Uncategorized |
Permalink
Posted by bayu200687
August 15, 2008
Betapa dunia semakin aneh.
“Rokok tidak haram, karena saya sendiri juga merokok, dan tidak ada akibat apapun yang terjadi. Intinya, rokok dalam islam dihukumkan tidak haram, asalkan tidak berbahaya bagi penggunanya,” kata KH Idris Marzuki, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri alias Mbah Idris
Saya sendiri tersenyum kecut ketika membaca berita ini.
fiuh….
bandingkan dengan ini dan ini
Leave a Comment » |
Uncategorized |
Permalink
Posted by bayu200687
August 14, 2008
Masih ada yang perlu diperjuangkan di sana.

Benar, masih banyak yang perlu diperjuangkan. Masih banyak yang memerlukan perhatian dan tindakan nyata dari kita semua. Di luar sana masih banyak kebenaran yang coreng moreng. Masih banyak keadilan yang tertatih-tatih. Masih banyak…banyak sekali…
Aku tahu, setiap dari kita punya langkah sendiri. Setiap dari kita adalah individu-individu pemberani. Bahkan di luar kita; banyak pula orang-orang yang jauh lebih berani.
Benar; bahwa kita mesti punya idealisme. Mesti punya pijakan yang teguh dalam menghadapi jaman yang kian gemuruh. Kaki-kaki kita mesti terpancang dalam-dalam di bumi dan hati pertiwi; agar dahsyatnya gelombang tak meremukkan nurani.
Tapi ada yang mesti dicamkan dalam hati. Ada yang mesti direnungi sebelum jiwa mati. Ada yang mesti dihayati sebelum segala menjelma sunyi. Tiap tujuan mesti ada halangan. Tiap cita-cita punya anak tangga. Apa kau lupa?
Apa kau telah lupa?
Benar, revolusi tak terjadi tiap dua hari sekali. Namun tak relevan jika engkau mengatakan ‘jika bukan kita, siapa lagi? Jika bukan sekarang, kapan lagi?’.
Kenalilah dirimu. Seandainya engkau seorang Socrates, bolehlah engkau berjalan di pasar tiap hari dan mengajukan tanda-tanya pada setiap orang yang hilir mudik ‘apa itu menjadi berarti?’ jika engkau Heraklitus, mungkin engkau berkata ‘matahari selalu baru, setiap pagi’. Jika engkau Chairil Anwar, bias jadi engkau berteriak ‘biar peluru menembus dadaku’.
Tapi sekali lagi. Kenalilah dirimu sendiri.
Kenalilah, bahwasanya ada tempat yang lebih membutuhkan engkau. Ada orang yang lebih membutuhkan engkau. Ada waktunya engkau begitu berarti bagi orang lain. Ada tempat, orang, dan waktu; dimana engkau tidak saja begitu dinanti, tapi sebenarnya engkau menanti pula tempat, orang, dan waktu itu….
Tapi siapa engkau?
3 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by bayu200687
August 12, 2008
Panta rhei. Semua mengalir.
Kita tak pernah menginjak air sungai yang sama dua kali.
Maafkan aku…
Ini bukan masalah hak atau bukan hak. Hanya saja aku merasa bersalah padamu. Saat engkau bilang engkau egois, justru aku merasa akulah yang tak pernah mau mengerti dirimu. Saat engkau meminta maaf, justru akulah yang merasa telah berbuat salah.
Maafkan aku…
Dulu engkau pernah mengingatkanku…
Maafkan aku…
aku menyakitimu. Padahal aku sama sekali tak ingin melakukannya.
Benar, bahwa kejujuran yang menyakitkan lebih baik dari kebohongan yang dipendam.
Ada saatnya kejujuran bukan segala-galanya namun kebohongan tetaplah keburukan yang nista.
Di atas kejujuran masih ada kebijaksanaan. Agaknya itu salah satu hal yang aku terlupa. Setidaknya, ini adalah satu pelajaran berharga. Bagiku…
Maafkan aku….
‘silence is worst. All truth that keep silence becomes poisonous’
Leave a Comment » |
Uncategorized |
Permalink
Posted by bayu200687