sedangkan tiap saat yang mesti lenyap hanyalah sebuah entah
lalu bagaimana ketika waktu berlalu
apa engkau hanya duduk termangu dan menunggu?
sementara gegap gempita ribuan bayang, khayalan yang angan
bergelombang, menghentak apa yang kau sangka tak mungkin retak
ini seperti menjaga lambai api lilin di tengah badai
sedang engkau hanyalah setangkai lidi yang bermimpi
maka sesungguhnya akan tak pernah mengubur angan
hanya sekedar mata, hati,
dan apa yang engkau tempuh dengan selaksa sepi
yang membuat kita tak pernah sudi, mencela masa
lalu luka pun hanya tinggal kenangan dalam dada
dan hidup adalah apa yang senantiasa membuatmu terjaga
di sisimu, ada sebuah asa yang kadang terlupa namun tak pernah
sia-sia
…dan kampung halaman yang engkau pasti kan pulang…





December 3, 2008 at 10:42 am |
aku pasti pulang
tapi tidak untuk tinggal
sekedar bertandang lalu kembali hilang…
October 30, 2009 at 6:10 pm |
si agus beli tahu isi
bagus bener ni puisi!
*hehe… salam